Iskud’s Blog

MEMAKNAI KESULITAN HIDUP

Posted on: 25 July 2009

Kita semua sudah tahu bahwa tidak ada manusia yang bisa steril dari segala macam kesulitan dalam hidup. Dalam episode tertentu kesulitan pasti menghampiri. Entah kesulitan yang bersumber dari faktor kesehatan, keluarga, ekonomi, pekerjaan, hubungan dengan sesama dan semacamnya. Bahkan orang-orang yang secara materi dan kedudukan tergolong mapan dan berkuasa sekalipun, tetap saja tidak bisa menghindar sama sakali dari kesulitan. Buat orang-orang ini, kesulitan bisa jadi justru bersumber dari harta dan kekuasannya. Karena itu kalau ada orang yang  berharap terbebas dari kesulitan sama sekali di sepanjang hidupnya, maka orang itu laksana berharap matahari terbit di tengah malam buta. Betapa mustahilnya.
Orang-orang yang beriman yang lurus imannya, selalu beruntung dalam menghadapi kesulitan jenis apapun. Keberuntungannya adalah ia bisa memaknai dengan tepat atas setiap kesulitan yang dihadapi. Yaitu bisa menangguk hikmah dari setiap kesulitan yang dihadapi. Kesulitan jenis apapun justru memperkaya pengalaman ruhaniahnya. Kesulitan menjadi semacam suntikan multivitamin bagi jiwanya sehingga makin kuat dan kokoh.
Rahasia orang-orang yang beriman bisa beruntung dalam menghadapi setiap kesulitan adalah dua hal. Pertama, akhlaknya benar. Saat mengalami kesulitan ia berbaik sangka kepada Alloh. Ia yakin bahwa kesulitan apapun, baik yang disebabkan kesalahan sendiri atau tidak, semuanya sama. Sama-sama wujud tanda kasih sayang-Nya kepada dirinya. Kesulitan menjadi media introspeksi diri untuk lebih memperbaiki diri. Ia mencari tahu dalam dirinya, apakah kesulitan itu bagian dari teguran-Nya. Menjadi kaca besar dalam hati dan pikirannya firman-Nya dan sabda Nabi-Nya,” Tidak satupun malapetaka yang menimpa seorang hamba, baik berat maupun ringan, kecuali disebabkan dosa yang dilakukannya. Apa yang telah dimaafkan Alloh darinya itu lebih banyak. Rosul kemudian membaca firman-Nya,” Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS : Asy-Syuraa (42) : 30).
Kedua, ilmunya cukup. Ia menguasai referensi tentang kesulitan dalam hidup yang bersumber dari Al Qur’an dan sabda Nabi SAW. Ia tahu apa sebabnya kesulitan itu datang. Ia tahu dari mana kesulitan itu berasal. Tahu untuk apa kesulitan itu datang. Tahu bagaimana cara menyikapi kesulitan dalam hidup. Tahu hikmah rahasia besar dibalik kesulitan buat kebaikan hidupnya di muka bumi dan di akhirat nanti.
Agar kita sama beruntungnya dengan orang-orang yang beriman yang imannya lurus. Maka perlu kita baca referensi dari al Qur’an dan sabda Nabi berikut ini. Berbagai kesulitan dalam hidup kita boleh jadi karena salah satu diantara beberapa hal berikut ini :
1.    Ujian keimanan
Orang-orang yang mengaku beriman kepada Alloh akan diuji pernyataan keimanannya.
” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS: Al Ankabut (29) : 2 -3).
2.    Saringan untuk masuk surga
”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS : Ali Imron (3) : 142).
3.    Peringatan
“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Alloh.” (QS : An Nisa’ (4) : 123).
4.    Penghapus dosa.
”Tidak ada satu musibahpun  yang menimpa seorang muslim, baik letih, sakit, kecemasan, kesedihan, pederitaan, duka cita hingga tertusuk duri sekalipun, niscaya dengannya Alloh akan menghapus segala kesalahannya.” (HR. Bukhori : XIX/26)
Ujian senantiasa menyertai seorang mukmin dan mukminah pada jasadnya, hartanya, serta anak-anaknya hingga dia menemui Robbnya dan tidak ada lagi dosa pada dirinya. (HR. Ahmad).
5.    Akan dikaruniai pahala besar.
” Pada hari kiamat kelak, timbangan untuk orang-orang yang mendapatkan musibah akan diberatkan. Demikian timbangan para mujahidin dan sholihin. Pada hari itu orang-orang yang selama di dunia selalu sehat wal afiat sangat ingin mendapatkan ganjaran sebagaimana orang-orang yang ditimpa musibah. Mereka rela seandainya selama di dunia dahulu daging mereka dipotong dengan pisau. (HR. Tirmidzi).
6.    Agar kembali ke jalan Alloh.
Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang sholih dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS : Al A’Roof (7) : 168).

Berbaik Sangka
Seberapapun dan seberat apapun kesulitan yang dihadapi ummat Rosululloh SAW, penyikapan terbaik adalah berbaik sangka kepada Alloh. Yakini bahwa segala takdir yang ditetapkan-Nya atas diri kita, sepenuhnya merupakan ungkapan kasih sayang-Nya. Kalaupun terasa berat untuk ditanggung oleh jiwa dan raga kita, pasti jiwa kita sanggup menanggungnya. Jangan biarkan nafsu yang merespon ketentuan-Nya. Istiqomahkan jiwa dalam sabar dan ikhlas atas segala sesuatu yang terjadi atas diri kita. Kewajiban manusiawi manusia adalah seraya memohon pertolongan-Nya, berusaha untuk mencari jalan keluar atas kesulitan yang kita hadapi. Untuk menyejukkah hati kita bisa memasukkan ke dalam hati sebagai hikmah bebarapa hal berikut ini :
1.    Alloh mewahyukan kepada nabi Musa,” Sungguh Alloh tidak akan mengazab kekasih-Nya didunia, melainkan Dia terkadang mengujinya.”
2.    ”Alloh menjadikan azab (peringatan) bagi ummat ini ketika mereka masih di dunia.” (HR. Tabrani).
3.    Ummatku ini adalah ummat yang dikasihi. Mereka tidak akan mendapatkan azab di akhirat kelak. Tapi azab mereka turun ketika hidup di dunia seperti gempa, pembunuhan, dan berbagai penyakit.” (HR. Al Baihaqi).

Lemah Iman
Seberat apapun kesulitan hidup yang menimpa ummat Rosululloh SAW,  pastilah dalam kadar sebatas kemampuan. Alloh menggaransi bahwa apapun keputusan-Nya terukur sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing hamba-Nya.
1.    Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya (QS : Al Mu’minuun (23) : 62).
2.    Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (QS : Al Baqoroh (2) : 286).
Karena itu kalau ada orang yang banyak berkeluh kesah dan apalagi berputus asa atas kesulitan yang dihadapi, maka pasti bukan beratnya persoalan yang jadi permasalahan. Tapi penyikapannya yang tidak benar. Yang demikian itu terjadi karena faktor lemahnya iman. Orang-orang yang lemah iman, berfikirnya tidak sampai ke langit. Lebih banyak berkutat di bumi. Kesejahteraan yang diharapkan lebih banyak untuk kehidupan dunianya. Sementara kesejahteraan akhirat mendapat porsi ala kadarnya. Ia tidak berfikir bahwa berbagai kesulitan yang dihadapi dalam hidup merupakan bagian dari skenario-Nya untuk membahagiakan hidupnya di akhirat kelak. Mudah-mudahan tidak ada diantara kita yang termasuk kedalam golongan orang-orang yang lemah iman.

Jangan Berharap  Tidak Repot.
Kalau boleh berbagi, rasanya ingin kita katakan ,” Jangan sampai ada diantara kita yang berharap terbebas sama sekali dari kesulitan hidup. Yang demikian itu merupakan kesalahan terbesar dalam hidup yang bisa berujung pada kebinasaan di akhirat kelak.” Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah di jaman Rosul yang dituturkan Abu Hurairah. Baca kisahnya di inbox di bawah ini,”
Setelah membaca kisah itu, kita mesti menjawab pertanyaan berikut ini :
1.    Adakah diantara kita yang berani berharap tanpa kesulitan dalam hidup?
2.    Adakah yang masih akan berkeluh kesah, apalagi berputus asa saat mengalami kesulitan dalam hidup?
3.    Adakah yang masih tidak mau bersabar dan ikhlas atas kesulitan dalam hidup?
Saudaraku, mungkin ada sepenggal episode dalam hidup kita dimana kita lalai. Pernah tidak sabar, banyak berkeluh kesah dan tidak ikhlas saat menghadapi kesulitan dalam hidup.  Mari kita berendah hati memohon ampunan-Nya dengan berdo’a kepada-Nya dengan lafal do’a yang diajarkan-Nya. ” Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” Aamiin…
Wallohua’lam bisshowab.

http://priendah.wordpress.com/2009/07/24/memaknai-kesulitan-hidup/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIYAH

KATEGORI

ARSIP

ONLINE

Counter Powered by  RedCounter
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: