Iskud’s Blog

hukum riba bagi peminjam

Posted on: 9 May 2009

PertanyaanAssWrWb,
Saya terlanjur meminjam uang ke lembaga finansial yang menerapkan riba ( bunga ) atas pembayaran. Dan setelah membacaa beberapa artikel riba saya jadi sangat menyesal . Pertanyaan saya :
1. Apakah saya termasuk memakan harta riba ?
2. Bila iya bagaimana cara saya melunasinya baik dalam bentuk cicilan maupun lunas , sedangkan bila saya tidak menambahkan bunganya maka akan terkena tuntutan hukum
3. Bolehkah kita niatkan kelebihan yang kita berikan dalam cicilannya adalah bagi hasil dari usaha yang kita lakukan ?
4. Bila uang dari pinjaman tersebut telah menghasilkan keuntungan apakah harus kita pergunakan kesemuanya untuk keperluan publik spt yg saya baca karena uang tersebut tidak boleh dimakan ?

Jzklh.

Wassalam.


Jawaban

Assalamu’alaikum wr,wb

Segala puja dan syukur kepada Allah Swt dan shalawat salam untuk RasulNya.

Riba secara tegas diharamkan dalam Islam, sebagaimana ayat-ayat al-Quran menjelaskan tentang hal itu, diantaranya dalam QS al-Baqarah:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS. al-Baqarah: 275).

juga dalam sebuah hadits telah dijelaskan bahwa riba merupakan bagian dari tujuh dosa besar, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: jauhilah kalian dari tujuh hal yang menghancurkan/membinasakan, mereka bertanya apa itu wahai Rasulullah: beliau berkata; syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh perempuan baik-baik melakukan zina.

Para ulama’ mengkatagorikan tujuh hal terlarang sebagaimana tersebut dalam hadits di atas , sebagai dosa besar.

jika seseorang hendak bertaubat, maka seperti yang dijelaskan dalam ayat di atas, hendaklah pemilik modal, orang yang meminjamkan uang, mengambil pokoknya saja,  dan meninggalkan riba / bunga yang telah disepakatinya. dan bagi orang yang melakukan transaksi riba sebelum datang peringatan Allah tentang haramnya riba, maka urusannya dikembalikan kepada Allah. dan bagi orang yang sudah tahu tentang larangan itu namun tetap masih melakukannya maka Allah mengancamnya dengan neraka jahanam.

Namun tentu berbeda jika posisinya seseorang sepagai peminjam , dimana ia dituntut harus membayar bunga itu, sementara pihak yang meminjamkan uang tetap memberlakukan riba, jika tidak membayar tentu akan terkena hukuman. maka, bagaimanapun ia harus memberikan uang bunga itu, karena memang ia terikat dengan transaksi yang sudah disepakati. dan anggaplah itu sebagai konskwensi atas ketidak tahuan. dan tidak mungkin membayar bunga / riba diniati sebagai bagi hasil, karena memang transaksi antara riba dan bagi hasil adalah berbeda.

akan tetapi posisi anda adalah sebagai orang yang harus membayar bunga/riba, bukan sebagai penikmat bunga. namun kedua-duanya adalah dilarang, sebagaimana dalam sebuah hadits yang artinya: Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, pemberi makan riba dan pencatatnya.

Adapun uang pinjaman (uang pokok) yang digunakan untuk usaha, bukanlah harta riba. dengan demikian tidak ada masalah dengan hasil keuntungan yang didapat dari hasil pinjaman tersebut, karena yang dilarang disini adalah bunganya (kelebihan dari uang pokok yang anda berikan kepada lembaga yang anda pinjami).

Yang bisa dilakukan bagi orang yang meminjam modal dengan sistem riba, dimana mau tidak mau ia harus mengembalikan dengan bunga, sementara ia baru tahu dan sadar tentang hukum masalah riba, maka banyak-banyaklah memohon ampun dan bertaubat kepada Allah, semoga saja tingkat kesalahan yang dilakukan  orang yang tidak tahu, tidak sama dengan orang yang sengaja melakukan transaksi riba sedangkan ia tahu hukumnya. selain dari penyesalan, berazam untuk tidak mengulangi lagi, hendaklah berusaha meningkatkan kwantitas dan kwalitas amal shalehnya, baik dalam ibadah, sosial, dan yang lainnya. dengan harapan amal shaleh yang dilakukan itu bisa mengurangi atau menghapus kesalahan yang dilakukan. wallahu a’lam.

Sharia Consulting Center (SCC)

Alamat : http://www.syariahonline.com

wassalam.

Konsultan Ahli
Didalam SCC terhimpun para pakar :

  1. DR. Salim Segaf Al Jufri, MA
  2. DR. Surahman Hidayat, MA
  3. DR. Ahzami Sami’un Jazuli, MA
  4. DR. Muslih Abd. Karim, MA
  5. DR. M. Idris Abd. Somad, MA
  6. DR. Muhammad Muinuddin, MA
  7. DR. Daud Rasyid, MA
  8. DR. Ir. H. Nurmahmudi Isma’il, MSC
  9. Dr. Ir. H Anton Apriantono, MS
  10. KH. Abdul Hasib Hasan, LC
  11. H. Bukhori Yusuf, Lc. MA
  12. H. Iman Santoso, Lc
  13. Hj. Herlini Amran, MA
  14. Dra. Hj. Yoyoh Yusroh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIYAH

KATEGORI

ARSIP

ONLINE

Counter Powered by  RedCounter
%d bloggers like this: