Iskud’s Blog

MENGADZANI BAYI DAN MAYAT

Posted on: 9 May 2009

assalamualaikum
ustad, bagaimana hukumnya mengadzani bayi yang baru lahir dan mayat yang akan dikuburkan?
jazakallah
wassalamualaikum


Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Pada dasarnya azan disyariatkan untuk memberitahukan datangnya waktu salat. Inilah yang disepakati oleh seluruh ulama dan kaum muslimin berdasarkan riwayat tentang asal-muasalnya. Namun demikian, kadang azan juga disunnahkan untuk hal-hal lain yang intinya ditujukan sebagai sarana untuk mendapat keberkahan, ketenangan, dan perlindungan.

Di antaranya azan yang dilakukan untuk bayi yang baru lahir. Dalam hal ini diriwayatkan dari Abu Rafi’, “Aku melihat Nabi saw. melakukan azan di telinga Hasan saat Fatimah melahirkannya.” (HR at-Tirmidzi). Hal ini menurut kalangan Hanafi, Syafii, dan Hambali merupakan sunnah. Dan ini pula yang menjadi pandangan jumhur ulama. Hanya Imam Malik yang menganggapnya sebagai bid’ah, meski ada sebagian ulama kalangan Maliki yang membolehkannya. Hikmah dari dilakukannya azan di telinga bayi yang baru lahir menurut Ibnul Qayyim adalah agar kalimat pertama yang didengar oleh sang bayi adalah lafal Allah dengan segala keagungannya sehingga ia diharapkan memberikan pengaruh ke dalam jiwa selain dapat mengusir gangguan setan.

Adapun azan yang dilakukan saat jenazah dikuburkan, sebagian besar ulama tidak membenarkannya karena tidak ada dalil yang mendukung dan Rasulullah saw. sendiri tidak pernah melakukan hal itu. Hanya ulama dari kalangan Syafii yang membolehkan dan menyunnahkannya. Mereka berkata, “Azan disunnahkan dilantunkan di telinga bayi saat dilahirkan, di telinga orang yang sedang risau karena bisa menghilangkan kerisauannya, untuk musafir yang akan melakukan perjalanan, di saat kebakaran, di saat bertemu pasukan, ketika tersesat di jalan, untuk orang yang sedang terkena epilepsi, orang yang sedang emosi, orang atau binatang yang berkelakuan buruk, serta saat jenazah dikuburkan dengan mengqiyaskan kepada kondisinya yang diazani ketika pertama kali lahir ke dunia.” (al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaytiyyah).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

Sharia Consulting Center (SCC)

Alamat : http://www.syariahonline.com

wassalam.

Konsultan Ahli
Didalam SCC terhimpun para pakar :

  1. DR. Salim Segaf Al Jufri, MA
  2. DR. Surahman Hidayat, MA
  3. DR. Ahzami Sami’un Jazuli, MA
  4. DR. Muslih Abd. Karim, MA
  5. DR. M. Idris Abd. Somad, MA
  6. DR. Muhammad Muinuddin, MA
  7. DR. Daud Rasyid, MA
  8. DR. Ir. H. Nurmahmudi Isma’il, MSC
  9. Dr. Ir. H Anton Apriantono, MS
  10. KH. Abdul Hasib Hasan, LC
  11. H. Bukhori Yusuf, Lc. MA
  12. H. Iman Santoso, Lc
  13. .Hj. Herlini Amran, MA
  14. Dra. Hj. Yoyoh Yusroh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIYAH

KATEGORI

ARSIP

ONLINE

Counter Powered by  RedCounter
%d bloggers like this: