Iskud’s Blog

GOLPUT DAN PILPRES

Posted on: 21 June 2009

Assalamu’alaikum wr wb
1. Pak Ustadz, bagaimanakah pandangan Islam mengenai golput dalam pemilihan presiden RI?
2. Apakah memilih presiden suatu kewajiban?
Mohon penjelasan, mengingat sudah banyak yang menyatakan akan golput dalam pilpres II. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr wb

Jawaban

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba�d.
Tidak memilih diantara pilihan yang kurang baik tentu sebuah pilihan juga. Sebab logikanya, dari pada memilih tapi tidak berkenan di hati, pastilah lebih baik tidak memilih. Dan tidak memilih itu sebenarnya hak setiap orang. Sebagaimana memilih salah satu juga hak setiap orang.

Hanya saja yang perlu diperhatikan dalam sebuah sistem pemilu, semata-mata tidak memilih pun sebenarnya bisa berdampak juga. Sehingga kita perlu sedikit lebih cermat dan kalau perlu lebih cerdas dalam menganalisa.

Sebagai ilustrasi, kalau kita punya dua pilihan yang keduanya tidak ada yang kita pilih karena karena dianggap sama-sama bermasalah, maka pastilah di antara keduanya ada yang tingkat masalahnya lebih parah. Misalnya calon A masalahnya lebih parah dari calon B. Sehingga kalau A terpilih, madharatnya bisa dipastikan lebih besar. Dan tentunya dengan memilih B yang masalahnya lebih ringan tentu akan lebih baik dengan prinsip �akhafu adh-dhararain�.

Bila calon A sampai menang padahal masalahnya lebih berat, maka kondisi �akhafu adh-dhararain� pastilah tidak terjadi. Dan ini pun masalah juga dan lebih parah. Padahal biar bagaimana pun presiden tetap pasti ada.

Maka pilihan untuk tidak memilih (golput) bila sampai menjadi salah satu faktor penyebab kemenangan pihak A yang masalahnya lebih besar, bukanlah pilihan yang terlalu bijak juga. Sebab secara tidak langsung, suara yang seharusnya diberikan kepada pihak B yang lebih ringan masalahnya akan hilang. Lalu bandulnya akan pindah ke pihak A yang sejak awal diyakini lebih berat masalahnya.

Dengan kata lain, bergolput pun tetap tidak lepas dari tanggung-jawab memenangkan pihak A yang masalahnya lebih berat. Ini tentu sebuah analisa semata yang berpandangan bahwa bergolput pun belum tentu terlepas dari tanggung jawab.

Kecuali bila dengan golput itu kita bisa membatalkan naiknya kedua calon yang tidak baik itu, baik A maupun B. Apalagi kalau bisa mendatangkan C yang jauh lebih baik dari keduanya, tentu golput dalam kondisi itu bisa punya nilai lebih. Sekali lagi ini hanyalah sebuah pemikiran dan analisa. Bisa benar dan bisa juga salah.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Konsultan Ahli

  1. DR. Salim Segaf Al Jufri, MA
  2. DR. Surahman Hidayat, MA
  3. DR. Ahzami Sami’un Jazuli, MA
  4. DR. Muslih Abd. Karim, MA
  5. DR. M. Idris Abd. Somad, MA
  6. DR. Muhammad Muinuddin, MA
  7. DR. Daud Rasyid, MA
  8. DR. Ir. H. Nurmahmudi Isma’il, MSC
  9. Dr. Ir. H Anton Apriantono, MS
  10. KH. Abdul Hasib Hasan, LC
  11. H. Iman Santoso, Lc
  12. Hj. Herlini Amran, MA
  13. Dra. Hj. Yoyoh Yusroh
  14. H. Bukhari Yusuf,  MA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KALENDER HIJRIYAH

KATEGORI

ARSIP

ONLINE

Counter Powered by  RedCounter
%d bloggers like this: